Kategori Toleransi

Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Menjaga Ukhuwwah (Persaudaraan) Sesama Mukminin

Kamis, 19 Juli 2007 01:55:34 WIB

AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH MENJAGA UKHUWWAH (PERSAUDARAAN) SESAMA MUKMININ


Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas



Ahlus Sunnah wal Jama’ah menjaga ukhuwwah (persaudaraan) sesama Mukminin dan seolah mereka itu seperti satu tubuh, bila yang satu sakit, maka yang lainnya pun ikut merasakan sakit juga.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ÇóáúãõÄúãöäõ áöáúãõÄúãöäö ßóÇáúÈõäúíóÇäö íóÔõÏøõ ÈóÚúÖõåõ ÈóÚúÖðÇ.

"Seorang Mukmin dengan Mukmin lainnya seperti satu bangunan yang tersusun rapi, sebagiannya menguatkan sebagian yang lain.” Dan beliau merekatkan jari-jemarinya. [1]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun pernah bersabda:

ãóËóáõ ÇáúãõÄúãöäöíäó Ýöí ÊóæóÇÏöøåöãú æóÊóÑóÇÍõãöåöãú æóÊóÚóÇØõÝöåöãú¡ ãóËóáõ ÇáúÌóÓóÏö ÅöÐóÇ ÇÔúÊóßóì ãöäúåõ ÚõÖúæñ ÊóÏóÇÚóì áóåõ ÓóÇÆöÑõ ÇáúÌóÓóÏö ÈöÇáÓøóåóÑö æóÇáúÍõãøóì.

"Perumpamaan kaum Mukminin dalam cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan bahu-membahu, seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka seluruh anggota tubuhnya yang lain ikut merasakan sakit juga, dengan tidak bisa tidur dan demam.” [2]

Di antara hak-hak seorang Muslim yang harus dipenuhi oleh saudaranya sesama Muslim adalah:

1. Apabila berjumpa, mengucapkan salam.
2. Apabila diundang, maka dipenuhi undangannya.
3. Apabila meminta nasihat, maka dinasihati.
4. Apabila bersin dan mengucapkan: “Alhamdulillaah,” maka dido’akan dengan mengucapkan: “Yarhamukallaah (semoga Allah merahmatimu).”
5. Apabila sakit, hendaknya dijenguk.
6. Apabila meninggal dunia, maka diantarkan jenazahnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ÎóãúÓñ ÊóÌöÈõ áöáúãõÓúáöãö Úóáóì ÃóÎöíúåö: ÑóÏøõ ÇáÓøóáÇóãö¡ æóÊóÔúãöíúÊõ ÇáúÚóÇØöÓö¡ æóÅöÌóÇÈóÉõ ÇáÏøóÚúæóÉö¡ æóÚöíóÇÏóÉõ ÇáúãóÑöíúÖö¡ æóÇÊöøÈóÇÚõ ÇáúÌóäóÇÆöÒö.

"Lima hak yang harus ditunaikan seorang Muslim atas saudara Muslim lainnya: (1) menjawab salam, (2) bertasymit saat ia bersin, [3] memenuhi undangannya, (4) menjenguk ketika ia sakit, dan (5) mengantar jenazahnya.” [4]

7. Apabila mengalami kesulitan, maka diberikan bantuan.
8. Senantiasa memudahkan urusannya.
9. Senantiasa menutupi aibnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ãóäú äóÝøóÓó Úóäú ãõÄúãöäö ßõÑúÈóÉð ãöäú ßõÑóÈö ÇáÏøõäúíóÇ äóÝøóÓó Çááåõ Úóäúåõ ßõÑúÈóÉð ãöäú ßõÑóÈö íóæúãó ÇáúÞöíóÇãóÉö¡ æóãäú íóÓøóÑó Úóáóì ãõÚúÓöÑò íóÓøóÑó Çááåõ Úóáóíúåö Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ æóÇúáÂÎöÑóÉö¡ æóãóäú ÓóÊóÑó ãõÓúáöãðÇ ÓóÊóÑóåõ Çááåõ Ýöí ÇáÏøõäúíóÇ æóÇúáÂÎöÑóÉö¡ æóÇááåõ Ýöí Úóæúäö ÇáúÚóÈúÏö ãóÇ ßóÇäó ÇáúÚóÈúÏõ Ýöí Úóæúäö ÃóÎöíúåö.

“Barangsiapa menghilangkan satu kesulitan seorang Mukmin dari kesulitan-kesulitan dunia, maka Allah akan menghilangkan kesulitan darinya dari kesulitan-kesulitan di hari Kiamat. Dan barangsiapa memudahkan urusan seorang Mukmin, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” [5]

Ahlus Sunnah menganjurkan tolong-menolong sesama kaum Muslimin dalam kebaikan dan taqwa berdasarkan timbangan syari’at, bukan timbangan para pengikut hawa nafsu dan ahli bid’ah.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”[ Al-Maa-idah: 2]

[Disalin dari kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi'i, PO BOX 7803/JACC 13340A. Cetakan Ketiga Jumadil Awwal 1427H/Juni 2006M]
_________
Foote Note
[1]. HR. Al-Bukhari (no. 481, 2446, 6026), Muslim (no. 2585) dan at-Tirmidzi (no. 1928), dari Sahabat Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu ‘anhu
[2]. HR. Al-Bukhari (no. 6011), Muslim (no. 2586) dan Ahmad (IV/270), dari Sahabat an-Nu’man bin Basyir Radhiyallahu ‘anhu, lafazh ini milik Muslim.
[3]. Yakni mengucapkan: “Yarhamukallaah (semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu),” ketika saudaranya bersin seraya mengucapkan: “Alhamdulillaah.”
[4]. HR. Muslim (no. 2162).
[5]. HR. Muslim (no. 2699), lihat Taudhiihul Ahkaam (no. 1276).

Bismillaahirrahmaanirrahiim Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Rasul termulia, juga kepada seluruh keluarga dan shahabatnya. Amma ba'du. Website almanhaj.or.id adalah sebuah media dakwah sangat ringkas dan sederhana, yang diupayakan untuk ikut serta dalam tasfiyah (membersihkan) umat dari syirik, bid'ah, serta gerakan pemikiran yang merusak ajaran Islam dan tarbiyah (mendidik) kaum muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni dan mengajak mereka kepada pola pikir ilmiah berdasarkan al-Qur'an dan as-Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih. Kebenaran dan kebaikan yang anda dapatkan dari website ini datangnya dari Allah Ta'ala, adapun yang berupa kesalahan datangnya dari syaithan, dan kami berlepas diri dari kesalahan tersebut ketika kami masih hidup ataupun ketika sudah mati. Semua tulisan atau kitab selain Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahihah dan maqbul, mempunyai celah untuk dikritik, disalahkan dan dibenarkan. Barangsiapa yang melihat adanya kesalahan hendaknya meluruskannya. Hati kami lapang dan telinga kami mendengar serta bersedia menerima. Semoga Allah menjadikan upaya ini sebagai amalan shalih yang bermanfaat pada hari yang tidak lagi bermanfaat harta dan anak-anak, melainkan orang yang menemui Rabb-nya dengan amalan shalih. Jazaakumullahu khairan almanhaj.or.id Abu Harits Abdillah - Redaktur Abu Khaulah al-Palimbani - Web Admin