Kategori Hizbiyyah Dan Harokah
Talbis Salafi Haroki
Rabu, 11 Juli 2007 03:24:05 WIB
Halaman ke-1 dari 2TALBIS SALAFI HAROKI
Oleh
Ustadz Arif Fathul Ulum bin Ahmad Saifulloh
MUQADDIMAH
Talbis (pencampuradukkan) antara haq dan batil adalah cara-cara ahli bid’ah dari masa ke masa. Karena suatu bid’ah jika berupa kebatilan yang murni maka tidak akan mungkin diterima oleh manusia, bersegeralah setiap orang membantah dan mengingkarinya. Seandainya bid’ah itu kebenaran yang murni maka bukanlah merupakan bid’ah, tetapi adalah sunnah. Maka bid’ah dapat tersebar di kalangan manusia karena kebatilan yang terkandung di dalamnya diselimuti dengan sedikit kebenaran.
Di antara model talbis yang telah dilakukan oleh para hizbiyyin adalah menggabungkan antara kekufuran, kebid’ahan dan kesesatan zaman ini dengan ajaran-ajaran Islam, seperti demokrasi Islami, sandiawara Islami, nyanyian Islami, partai Islami, dan “sederet nama-nama Islami” yang lainnya. Tidak berhenti di situ saja, bahkan mereka juga hendak mengaburkan kaum muslimin dari manhaj yang lurus, manhaj Salafush Shalih, dengan mencampuradukkan antara manhaj salaf dengan manhaj harokah yang bid’ah yang dikemas dengan nama baru “Salafi Haroki”. Dengan cara ini mereka hendak mengajak para pengikut Salafush Shalih untuk berpaling dari manhaj Salaf dan menganut manhaj Haroki yang bid’ah!
Mengingat bahaya yang besar di balik syubhat ini, maka dalam pembahasan kali ini kami berusaha menyingkap syubhat mereka ini sebagai nasehat kepada kaum muslimin.
FIKROH SALAFI HAROKI
Fikroh (pemikiran) “Salafi Haroki” atau “Harokah Sunniyah” adalah fikroh yang hendak menggabungkan antara manhaj Salaf Ahli Sunnah wal Jama’ah dengan manhaj Haroki yang bid’ah. Di antara pengusung fikroh ini adalah Hasan Al-Banna ketika menyifati manhaj Ikhwanul Muslimin adalah : dakwah salafiyyah,… thoriqoh sunniyyah …. Hakikat shufiyyah ….” [Majmu’atu Rosa’il Hasan Al-Banna hal. 122]
Abdul Aziz bin Nashir Al-Jalil berkata : “Kami menghendaki sebuah manhaj dakwah yang tegak di atas Salafiyyatul manhaj wa ashriyyatul muwajahah (manhaj salaf dan sikap modern)!!.. Dengan manhaj yang menyeluruh dan Salafiyyah modern!! Kita akan bisa selamat dan akan selamat aqidah kita yang kokoh dari rongrongan dan pencampuran” [Waqafat Tarbawiyyah hal. 161-162]
Muhammad Badri berkata : “Jama’ah Ahli Sunnah adalah jama’ah yang menyeru anggota-anggota harokah Islamiyah untuk berpegang teguh dengannya, dialah jama’ah yang umum dan luas ..” [Majalah Al-Bayan yang terbit di London edisi 28 hal. 15]
Ahmad Salam berkata ; “Adapun tujuan yang hendak saya capai dalam pembahasan ini –atau andil di dalamnya- adalah yang terangkum dalam beberapa point berikut : …. 3. Mengembalikan ikatan hubungan harokah Islammiyyah dengan pokok-pokok manhaj salaf” [Ma’ Anna Alaihi wa Ashhabi hal.222]
Perkaaan Ahmad Salam ini dinukil oleh Majalah Harokah Sunniyyah As-Silmi Edisi 12 Rajab 1427H/ Agustus 2006M di halaman-halaman akhir setelah rubrik Panduan Haroki [1] Majalah ini diterbitkan oleh PT MIM [2] yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Huda Ciomas Bogor.
JANGANLAH KALIAN MENCAMPURADUKKAN ANTARA HAQ DAN BATIL!
Pemikiran yang hendak menggabungkan antara manhaj salafi dengan manhaj Haroki adalah pemikiran yang sangat berbahaya, karena menjurus kepada pencampuradukkan antara haq dan batil, sedangkan Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam KitabNya.
“Artinya : Dan janganlah kalian campuradukkan yang haq dengan yang batil dan janganlah kalian sembunyikan yang haq ini sedang kalian mengetahui” [Al-Baqarah : 42]
Qatadah berkata tentang tafsir ayat ini : “Janganlah kalian campur adukkan agama Yahudi dan Nashrani dengan agama Islam, padahal kalian mengetahui bahwa agama Alloh yang haq adalah Islam dan bahwasanya agama Yahudi dan Nasrani yang kalian pegang sekarang ini adalah agama yang bid’ah dari Alloh!” [Tafsir Ibnu Katsir 1/109]
Maka kami katakan kepada para pengusung fikroh Salafi-Haroki : Janganlah kalian campuradukkan manhaj Haroki dengan manhaj Salafi, padahal kalian mengetahui bahwa manhaj yang haq adalah manhaj Salafi dan bahwasanya manhaj Haroki adalah manhaj yang bid’ah!
TOKOH-TOKOH HAROKI MENGAKUI KEBENARAN MANHAJ SALAFI
Benarkah bahwa para pngusung fikroh Salafi-Haroki ini mengetahui bahwa manhaj yang haq adalah manhaj Salaf? Berikut ini akan kami nukilkan perkataan tokoh-tokoh mereka tentang hal ini :
Hasan Al-Bana berkata : “Wahai kaum, kami menyeru kalian kepada Kitabulloh di tangan kanan dan Sunnah Rasululloh di tangan kiri, dan teladan kita adalah amal dari Salafush-Sholih” [Majmu’atu Rasa’il hal.40]
Abdullah Azzam berkata :”Adapun aqidah Salafush Shalih maka dia adalah aqidah ahli Kitab wa Sunnah dan sesungguhnya aku dibesarkan atas aqidah ini dan aku terus diatasnya dengan anugrah Alloh, dan aku berharap agar Alloh meneguhkanku di atasnya dan mematikanku di atasnya. Dan sesungguhnya yang memusuhi aqidah Salafush-Shalih maka dia memusuhi agama ini bahkan dia bukanlah seorang muslim dan sesungguhnya tujuan kami adalah membela aqidah ini dengan izin Alloh”. [Majalah Mauqif edisi 68 tgl. 10 Jumada Tsaniyyah 1410H]
ANTARA MANHAJ SALAFI DAN MANHAJ HAROKI
Diantara perbedaan mendasar antara manhaj Salafi dan manhaj Haroki adalah di dalam metode berdakwah, “Salafiyyin menjadikan rujukan mereka di dalam berdakwah adalah dakwah para rasul, sedangkan metode dakwah harokiyyin sangat terpengaruh dengan situasi dan kondisi”.
Harokiyyun menjadikan tujuan utama dakwah mereka untuk menegakkan “khilafah”. Inilah yang menjadikan mereka mengerahkan segala daya dan upaya untuk menggalang massa dalam jumlah yang besar untuk merebut kekuasaan. Upaya untuk menggalang massa ini bukanlah perkara yang mudah, karena massa yang hendak mereka kumpulkan memiliki keyakinan dan pemikiran yang beraneka ragam. Ada yang menyembah batu, ada yang menyembah pohon, ada yang menyembah kubur, ada yang mengikuti aqidah Shufiyyah, Asy-ariyyah, Mu’tazilah, Jahmiyah dan sebagainya. Untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari massa maka mau tidak mau harus mengikuti kemauan mereka, tidak mengusik aqidah-aqidah mereka yang batil dan jalan mereka yang sesat, yang penting para haroki ini bisa mendapatkan suara sebanyak mungkin dan dukungan sekuat mungkin dari massa.
Hasan Al-Banna berkata : “Hal yang paling penting sekarang ini yang hendaknya perhatian kaum muslimin diarahkan kepadanya adalah wajibnya mempersatukan barisan dan menyatukan kalimat dengan sekuat tenaga” [Majmu’atu Rasa’il hal. 452]
Seorang tokoh haroki yang lain, Hasan At-Turabi, mengatakan : “Hendaknya kita biarkan para penyembah kubur thowaf di kubran-kuburan hingga kita bisa mencapai kubah parlemen!” [Majalah Al-Istiqomah, bulan Rabi’ul Awak 1408H hal. 26]
Adapun Salafiyyun maka mereka tidak memandang kepada sedikit dan banyaknya jumlah, dan tidak ada dalil yang menunjukkan atas sikap diam dari kesyirikan dengan alasan untuk mendapat dukungan massa. Adapun kekuasaan dan kemenangan adalah pemberian Alloh bagi hamba-hambaNya yang bertaqwa sebagai balasan atas istiqomah mereka dalam agamaNya, Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman.
“Artinya : …. Bahwasanya bumi ini diwarisi hamba-hambaKu yang sholih” [Al-Anbiya ; 105]
Dan Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : … Mohonlah pertolongan kepada Alloh dan bersabarlah ; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Alloh ; diwariskanNya kepada siapa yang dikehendakiNya dan dari hamba-hambaNya, dan kesudahan yang baik adalah bagi orang –orang yang bertaqwa” [Al-A’raf : 128]
Alloh telah mengingatkan kita jangan sampai terperdaya dengan jumlah massa yang banyak. Dia berfirman
“Artinya : Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Alloh …”[ Al-An’am : 116]
[Disalin dari Majalah Al-Furqon Edisi 06 Tahun VI/Muharrom 1428H [Februari 2007], Diterbitkan Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat Maktabah Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim 61153]
__________
Foote Note
[1]. Di akhir nukilan disebutkan keterangan tentang Ahmad Sallam, yaitu bahwa dia adalah seorang penulis yang banyak menuangkan pandangan tentang dakwah dan manhaj berdasarkan thoriqoh Ahlus Sunnah wal Jama’ah, dan dia adalah kontributor (?!) di majalah Al-ASholah, Urdun (Yordania) (yang diterbitkan oleh Syaikh Muhammad Musa Alu Nashr, Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi dan yang lainnya, pen). Keterangan majalah (As-Silmi) tersebut tentang Ahmad Sallam ini adalah keterangan yang keliru, karena yang benar dia adalah seorang Haroki yang banyak mencela para ulama Slafiyyin, memuji kelompok Ikhwanul Muslimin, membela para tokoh bid’ah seperti Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb dan Adnan Ar’ur, serta menganut manhaj Muwazanah yang bid’ah. Ahmad Sallam ini dikatakan oleh Syaikh Ubaid Al-Jabiri hafizhahullahu sebagai orang Quthbi, dan Ahmas Sallam ini telah ditahdzir dan dijelaskan kesalahannya oleh banyak ulama seperti Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Shalih Al-Luhaidan, Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi, Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi, dan yang lainnya. Lihat kaset Kasyfu Litsam an Mukholafati Ahmad Sallam kumpulan dari jawaban para Syaikh dan kitab Tahdzirul Anam min Akhtho’i Ahmad Sallam oleh Abu Nur bin Hasan bin Muhammad Al-Kurdi dengan kata pengantar Syaikh Ubaid Al-Jabiri.
[2]. Penerbit buku Membongkar Kedok Salafiyyun Sempalan yang penuh dengan celaan dan kedustaan terhadap manhaj Salaf dan para ulama Salafiyyin. Lihat bantahan terhadap buku ini dalam majalah Al-Furqon Th 6 Edisi 5 Dzulhijjah 1427H
1 2 next
