Kategori Hizbiyyah Dan Harokah
Sabtu, 9 September 2006 15:33:02 WIB
Perkataan ini mengherankan dan mengagetkan sekali, bagaimana mungkin bermadzhab salafi itu bid’ah dan sesat? Bagaimana mungkin dinyatakan bid’ah padahal ia mengikuti madzhab salaf, sementara mengikuti madzhab mereka adalah wajib sebagaimana dijelaskan Al-Kitab dan As-Sunnah dan ia juga haq dan huda ? Allah berfirman. “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin”. Dengan demikian bermadzhab salaf itu tidak bid’ah tapi sunnah, dan justru bermadzhab dengan selain salaf adalah bid’ah.
Kamis, 29 Juni 2006 11:32:33 WIB
Ungkapan "Kebenaran yang tidak teroganisir akan dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir rapi", ini tidak benar dari Ali, sebab dasarnya ini merupakan ungkapan yang dibuat oleh orang-orang haraki yang masih baru. Agama kita telah tersusun apik tanpa harus ditambah dengan membuat tanzim-tanzim, agama kita telah baku dalam bingkainya tampa harus membuat bingkai baru, agama kita berdiri tegak di atas tanzim. Jika Islam kita terapkan dengan benar sebagaimana yang terjadi pada zaman Rasul, maka secara otomatis kita akan terorganisir rapi. Jika kita masih menyibukkan diri dengan membuat bingkai-bingkai dan tanzim-tanzim baru ; berwala dan bara di atas dasar ini, dan dengan membuat baiat-baiat bid'ah, hal-hal ini seluruhnya pada dasarnya bukanlah dari agama Allah sedikitpun.
Minggu, 4 Juni 2006 13:55:23 WIB
Adapun nasehatku kepada penuntut ilmu dalam menyikapi fitnah tuduhan murjiah (terhadap Syeikh al-Albani, -pent) belakangan ini yang membingungkan pikiran, sebenarnya sangatlah sederhana. Pertama bahwa bantahan-bantahan kami dan bantahan dari ikhwan kami (ulama Jazirah, -pent)sangat kuat sekali dan seluruhnya berdiri diatas kaedah dasar keilmuan yang sangat tuntas. Kami para penuntut ilmu di Jordan yang berada di Markaz Imam al-Albani pernah menulis sebuah risalah yang kami beri judul" Mujmal Masail iman al-'ilmiyyah fi Usul aqidah as-Salafiyyah". Kami telah terangkan masalah ini ? yaitu oleh Syeikh Salim Hilali pada acara Daurah tahun lalu yang bertempat di Ma'had ini. Semoga Allah memberikan berkah kepada kalian dalam ilmu dan ijtihad kalian.
Rabu, 10 Mei 2006 11:52:10 WIB
Sesungguhnya berdakwah kepada tauhid dan manhaj salaf ash-shalih itulah yang mampu menyatukan kalimat, dan menyatukan barisan (kaum muslimin) sebagaimana firman Allah Ta'ala: "Dan berpegang teguhlah dengan tali Allah secara keseluruhan, dan jangan kalian berpecah-belah.". Dan firman-Nya: "Sesungguhnya ini adadalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Rabbmu, maka beribadahlah kepadaKu.". Maka tidak mungkin kaum muslimin bisa bersatu kecuali di atas kalimat tauhid dan manhaj salaf, karena apabila mereka dibolehkan memilih manhaj-manhaj yang menyelisihi manhaj salaf maka bercerai berai dan berselisihlah mereka, sebagaimana kenyataannya demikian. Siapa yang menyeru kepada tauhid dan manhaj salaf, itulah orang yang menyeru kepada persatuan, sedangkan orang yang menyeru (umat) untuk menyelisihi manhaj salaf maka dialah yang menyeru kepada perpecahan dan perselisihan.
Minggu, 5 Maret 2006 07:44:12 WIB
Saya katakan, “Sesungguhnya dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah di atas manhaj salaf. Baik dalam usul (pokok-pokok) maupun furu’ (cabang-cabang). Adapun jama’ah Ikhwanul Muslimin dan Tabligh dan jama’ah-jama’ah yang sama, saya serukan kepada mereka, supaya mengembalikan manhaj-manhaj mereka kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam –dan kepada petunjuk dan pemahaman salafus ash-shalih supaya manhaj-manhaj itu ditimbang di atas itu semua sehingga apabila mencocoki alhamdulillah, sedangkan apabila menyelisihi, maka haruslah diluruskan dengan jalan-jalan tersebut. Inilah seruan kami kepada mereka.
Minggu, 11 Desember 2005 07:02:01 WIB
Tidak diragukan lagi bahwa, mayoritas manusia akan mengingkari jika dikatakan bahwa seorang haroki masih mempercayai hal-hal khurofat. Karena seorang haroki lebih dekat kepada alam nyata, bahkan dia sangat berlebihan ketika mengagungkan suatu fenomena dan senantiasa merujuk kepada penyelesaian yang masuk akal saja. Sedangkan seorang yang mempercayai hal-hal khurofat, dia lebih dekat kepada alam gaib, sebagaimana telah kita ketahui bersama. Akan tetapi, barang siapa yang mengamati dengan seksama kenyataan harokah di lapangan, niscaya akan mendapatkan kesimpulan, bahwa : hampir-hampir harokah itu tidak terpisahkan dari khurofat. Hal ini berdasarkan kenyataan, bahwa : mayoritas tokoh harokah beraqidah Asy’Ariyah atau Maturidiyah, sekaligus seorang sufi. Dan kami tidak menundukkan orang-orang harokah dengan membawa bukti dari perkataan orang-orang awam diantara mereka, sebagaimana yang mereka lakukan terhadap orang-orang yang menyelisihi mereka.
First Prev 1 2 3 4 Next Last
