Kategori Mujmal Ahlissunnah
Kamis, 27 Januari 2005 13:59:57 WIB
Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah golongan yang selamat dan kelompok yang dimenangkan oleh Allah. Sekalipun ada perbedaan tingkat di antara mereka namun mereka mempunyai ciri-ciri khusus dan sifat-sifat utama yang membuat mereka berbeda dari golongan lain. Antara lain : Masuk ke dalam Islam secara menyeluruh dan iman kepada semua isi Kitabullah, yaitu mengimani seluruh nash yang berkenaan dengan janji maupun ancaman Allah, nash yang berkenaan dengan penetapan asma dan sifat Allah maupun yang berkenaan dengan penolakan hal-hal yang tidak patut bagiNya. Mengimani takdir Allah serta menetapkan bahwa makhluk mempunyai keinginan dan kehendak dan Dia-lah yang berbuat.
Senin, 2 Agustus 2004 21:36:40 WIB
Jama'ah dalam masalah ini, yaitu sahabat Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dan berpegang teguh dengan jejak mereka sampai hari kiamat. Merekalah yang dimaksud dengan Al Firqah An Najiyah (golongan yang selamat). Orang yang senantiasa menerapkan manhaj mereka, maka dia termasuk dalam jama'ah, sekali pun melakukan kesalahan dalam sebagian masalah kecil. Orang yang keluar dari jama'ah wajib diberi nasehat. Kita wajib menyampaikan dakwah kepadanya. Dia harus diajak berdiskusi dengan cara yang baik dan menjelaskan hujjah (dalil, bukti, argumentasi) kepadanya. Apabila dia tidak mau bertobat, maka dia diberi hukuman yang layak sesuai dengan syara'.
Jumat, 16 Juli 2004 08:47:51 WIB
Termasuk rukun iman ialah iman kepada qadar (takdir), yang baik maupun yang buruk adalah dari Allah Ta'ala. Iman kepada qadar meliputi iman kepada setiap nash tentang qadar serta tingkatannya (diketahui, dicatat, dikehendaki dan diciptakan oleh Allah). Tidak ada seorang pun yang dapat menolak ketetapanNya atau yang dapat membatalkan keputusanNya. Iradah (kehendak) dan amr (perintah) yang tercantum dalam Al-Qur'an dan Sunnah ada dua macam: Iradah kauniyah qadariyah yang pengertiannya sama dengan masyi'ah, dan amr kauny qadariy. Iradah syar'iyah yang berarti disenangi dan dicintai Allah, dan amr syar'iy.
Senin, 5 Juli 2004 17:43:54 WIB
Al Qur'an, baik lafazh maupun maknanya adalah kalam Allah yang diturunkan- Nya. Al Qur'an bukan makhluk. Al Qur'an hanya berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya. Al Qur'an adalah mu'jizat yang menunjukkan kebenaran nabi yang membawanya, Keasliannya akan tetap dijaga Allah sampai hari Kiamat. Allah Ta'ala berfirman menurut apa yang Dia kehendaki, bila Dia mengkehendaki dan dengan cara yang Dia kehendaki. Firman Allah Ta'ala adalah benar-benar, dengan lafaz dan suara. Adapun bagaimana firmanNya kita tidak dapat mengetahuinya dan tidak mempermasalahkannya. Pendapat yang megnatakan bahwa kalam Allah adalah makna spritual, Al-Qur'an adalah hikayah (cerita) atau 'ibarah (terjemahan) dari kalam Allah, dan megnatakan pula bahwa Al Qur'an adalah majaz (kiasan) maka orang yang menyatakan demikian telah sesat dan menyimpang. Hal itu bahkan bisa menjadikannya kafir.
Rabu, 16 Juni 2004 13:47:35 WIB
Iman adalah ucapan dan perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang. Artinya, iman adalah ucapan hati dan lisan, serta perbuatan hati, lisan dan anggota badan. Ucapan hati, yaitu keyakinan dan kepercayaannya. Adapun ucapan lisan, yaitu pernyataannya, sedangkan perbuatan hati, yaitu kepatuhan, keikhlasan, ketaatan, kecintaan dan keinginannya kepada segala amal shaleh. Adapun perbuatan anggota badan, yaitu melaksanakan segala perintah dan meninggalkan segala larangan. Barangsiapa yang menyatakan bahwa amal perbuatan tidak termasuk iman maka dia adalah seorang murji'. Barangsiapa yang memasukkan dalam iman sesuatu yang tidak termasuk di dalamnya maka dia adalah seorang mubtadi' (orang yang melakukan bid'ah).
Kamis, 3 Juni 2004 06:21:53 WIB
Allah Ta'ala Maha Esa. Tidak ada seorang pun yang menjadi sekutu bagi-Nya, baik dalam ciptaan dan kekuasaanNya, dalam penghambaan dan pengabdian kepadaNya, serta dalam asma dan sifatNya. Dia-lah Rabb Semesta Alam. Hanya Dia sendiri yang berhak dengan segala macam ibadah. Mempersembahkan ibadah, seperti berdoa, meminta perlindungan, memohon pertolongan, bernazar, menyembelih kurban, tawakal, takut, berharap dan mencintai selain kepada Allah Ta'ala adalah perbuatan syirik, meskipun perbuatan itu dilakukan kepada malaikat, seorang nabi utusan, atau kepada hambaNya yang shaleh. Salah satu sendi utama ibadah ialah beribadah kepada Allah dengan penuh rasa cinta, rasa takut dan penuh harap dengan menyeluruh. Beribadah kepada Allah dengan sebagian daripadanya tanpa yang lain, juga kesesatan.
First Prev 1 2 Next Last
