Kategori Aqidah Empat Imam
Sabtu, 24 Februari 2007 10:19:02 WIB
Imam Ibn al-Qayyim menuturkan dalam kitabnya Ijtima’ al-Juyusy, sebuah riwayat dari Imam Syafi’i, bahwa beliau berkata: “Berbicara tentang Sunnah yang menjadi pegangan saya, shahib-shahib (murid-murid) saya, begitu pula para ahli hadits yang saya lihat dan saya ambil ilmu mereka, seperti Sufyan, Malik, dan lain-lain, adalah iqrar seraya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allakh, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, serta bersaksi bahwa Allah adalah di atas ‘Arsy di langit, dan dekat dengan makhluk-Nya, terserah kehendak Allah, dan Allah itu turun ke langit terdekat kapan saja Allah berkehendak.” Imam adz-Dzahabi meriwayatkan dari al-Muzani, katanya: “Apabila ada orang yang mengeluarkan unek-unek yang berkaitan dengan masalah tauhid yang ada dalam hati saya, maka itu adalah Imam Syafi’i.”
Rabu, 12 Juli 2006 00:03:07 WIB
Imam Ibn ‘Abdil Bar meriwayatkan dari Mush'ab bin Abdullah bin az-Zubairi, katanya, Imam Malik pernah berkata: "Saya tidak menyukai Ilmu Kalam dalam masalah agama, warga negeri ini juga tidak menyukainya, dan melarangnya, seperti membicarakan pendapat Jahm bin Shafwan, masalah qadar dan sebagainya. Mereka tidak menyukai Kalam kecuali di dalam terkandung amal. Adapun Kalam di dalam agama, bagi saya lebih baik diam saja. karena hal-hal di atas. Imam Abu Nu'aim juga meriwayatkan dari Abdullah bin Nafi, katanya, saya mendengar Imam Malik berkata: "Seandainya ada orang melakukan dosa besar seluruhnya kecuali menjadi musyrik. kemudian dia melepaskan diri dari bid'ah-bid'ah Ilmu Kalam ini, dia akan masuk surga."
Sabtu, 12 Nopember 2005 11:19:32 WIB
Imam Abu Nu'aim meriwayatkan dari Abdullah al-Anbari, katanya: "Siapa yang merendahkan derajat seorang sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam atau ia merasa tidak senang, maka ia tidak punya hak untuk dilindungi oleh umat Islam". Kemudian beliau membaca ayat. "Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdo'a "Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau menjadikan kebencian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman". Imam Malik kemudian berkata: "Barangsiapa marah kepada salah seorang sahabat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam maka ia telah terkena ayat ini".
Rabu, 1 Juni 2005 07:05:46 WIB
Iman Ibn Abdil Bar meriwayatkan dari Abd ar-Razzaq bin Hammad, katanya: "Saya mendengar Ibn Juraij, Sufyan bin Uyainah dan Anas bin Malik, mengatakan: 'Iman itu adalah ucapan dan perbuatan, bertambah dan berkurang'. Imam Abu Nu'aim meriwayatkan dari Abdullah bin Nafi', katanya: "Imam Malik bin Anas pernah berkata: 'Iman itu adalah ucapan dan perbuatan'. Imam Ibn Abdil Bar meriwayatkan dari Asyhab bin Abdul Aziz, katanya, Imam Malik berkata: 'Ketika umat Islam shalat dengan menghadap ke baitul Maqdis selama enam belas bulan, mereka kemudian diperintahkan untuk menghadap ke Masjidil Haram pada waktu shalat. Kemudian turun ayat Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kamu".
Rabu, 2 Maret 2005 17:13:46 WIB
Qadhi 'Iyadh berkata: "Imam Malik pernah ditanya tentang kelompok Qadariyah, siapakah mereka itu? Beliau menjawab: 'Mereka itu adalah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu tidak menciptakan maksiat'. Beliau ditanya pula tentang Qadariyah. Jawab beliau: 'Mereka adalah orang-orang yang berpendapat bahwa manusia itu mempunyai kemampuan. Apabila mereka mau, mereka dapat menjadi orang-orang taat atau menjadi orang-orang yang durhaka'. Ibn Abi 'Ashim meriwayatkan dari Sa'ad bin 'Abd al-Jabbar, katanya: Saya mendengar Imam Malik bin Anas berkata: "Pendapat saya tentang kelompok qadariyah adalah, mereka itu disuruh bertaubat. Apabila tidak mau, mereka harus dihukum mati".
Selasa, 18 Januari 2005 07:33:39 WIB
Al-Harawi meriwayatkan dari Imam Syafi'i bahwa Imam Malik pernah ditanya tentang Ilmu Tauhid. Jawab beliau: "Sangat tidak mungkin bila ada orang menduga bahwa Nabi Muhammad Shallalahu alaihi wa sallam mengajari umatnya tentang cara-cara bersuci tetapi tidak mengajari masalah tauhid". Tauhid adalah apa yang disabdakanNabi Shallalahu alaihi wa sallam, "Saya diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan la ilaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah)". Maka sesuatu yang dapat menyelamatkan harta dan nyawa (darah) maka hal itu adalah tauhid yang sebenarnya.
First Prev 1 2 3 Next Last
