Kategori Manhaj
Sabtu, 28 Juli 2007 02:28:35 WIB
Garis pemisah berikutnya yang membedakan antara dakwah salafiyyah dan dakwah hizbiyyah adalah pemahaman tentang makna "jama'ah muslimah". Ada orang yang menghilanglan makna jama'ah, bahkan menghilangkan umat Islam secara keseluruhan, dengan menyebut bahwa umat Islam adalah "Umat Yang Hilang". Ada lagi yang mengatakan bahwa seluruh lambang dan seluruh undang-undang adalah kafir, ini artinya adalah pengkafiran terhadap umat Islam secara keseluruhan. Ada lagi yang lain mencela persatuan kaum muslimin, dan jama'ah kaum muslimin sehingga tidak memandang kecuali kelompoknya, tidak menganggap jama'ah kecuali tandhim-nya, tiap-tiap kelompok memahami jama'ah sesuai dengan hawa nafsunya.
Minggu, 15 Juli 2007 11:35:17 WIB
Telah dimaklumi bersama bahwa seruan untuk mengikuti salaf atau dakwah kepada salafiyah tidak lain merupakan dakwah kepada Islam yang benar. Dan kembali kepada sunnah yang murni merupakan seruan untuk kembali kepada Islam seperti yang diturunkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan diajarkan kepada para sahabat yang mulia Radhiyallahu ‘anhum. Maka tidaklah ragu bahwa dakwah ini adalah dakwah yang benar sehingga menisbatkan diri kepadanya adalah benar. Sungguh para imam kaum muslimin dari kalangan Ahlus Sunnah memiliki pengaruh yang besar dalam berdakwah kepada sunnah, kembali ke jalan salaf, kembali kepada manhaj mereka dan mencontoh mereka. Di antara para imam tersebut adalah imam-imam Ahlus Sunnah wal Jama’ah : Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Abu Bakar Muhammad bin Ishak bin Khuzaimah, Imam Abu Bakar Muhammad bin Al-Husain Al-Ajuri.
Kamis, 10 Mei 2007 09:16:47 WIB
Apabila dikatakan : salaf atau salafiyun, maka ini adalah nisbah kepada salaf, mereka adalah para sahabat seluruhnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, tidak terbawa arus dengan hawa nafsu, mereka tegar di atas manhaj nubuwwah, maka mereka disebut salaf, salafiyun, yaitu salafush shalih. Lafazh seperti ini jika dimutlakkan maka maksudnya adalah setiap orang yang mencontoh para sahabat walaupun orang itu hidup pada masa kita. Inilah yang dikatakan oleh para ahli ilmu. Penisbahan seperti ini tidak ada simbol tertentu yang keluar dari Al-Qur’an dan Sunnah, tidak akan terpisah walaupun sejenak dari generasi terdahulu. Adapun orang-orang yang menyelisihi mereka (para sahabat), dengan nama atau simbol bukanlah termasuk salaf sekalipun hidup di tengah-tengah mereka dan sezaman dengan mereka”
Rabu, 9 Mei 2007 02:53:01 WIB
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Tidak ada cela bagi orang yang menampakkan madzhab Salaf, menisbahkan diri kepadanya, dan membanggakannya, bahkan wajib diterima semua itu darinya dengan kesepakatan ulama. Karena sesungguhnya madzhab Salaf adalah haq, jika dia sesuai dengan Salaf secara lahir dan batin, maka dia seperti seorang mukmin yang di atas kebenaran secara lahir dan batin” . Al-Hafizh Adz-Dzahabi sering menyebutkan nisbah kepada Salaf (As-Salafi) ketika menyebutkan biografi para ulama. Ketika menyebutkan biografi Ya’qub bin Sufyan Al-Fasawi dalam Siyar A’lamin Nubala (13/183) berkata : “Aku tidaklah mengetahui Ya’qub Al-Fasawi kecuali seorang Salafi”. Ketika menyebut biografi Muhammad bin Muhammad Al-Bahrani beliau berkata : “Dia adalah seorang yang beragama baik dan seorang Salafi”
Selasa, 8 Mei 2007 01:31:54 WIB
Sebagian orang menyangka bahwa Salafiyah adalah kelompok hizbiyah seperti halnya Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin, Quthubiyah Sururiyah dan Jama’ah Tabligh, dan bahwasanya seorang salafi seperti halnya seorang ikhwani atau tablighi atau quthbi dari segi hukum dan pemahaman. Mereka menyangka bahwasanya istilah Salafiyah adalah istilah yang baru muncul dalam kurun wajtu yang tidak lama. Ucapan ini sering muncul dari mulut para pentolan “jama’ah-jama’ah kontemporer” di media massa. Ada juga yang mengatakan bahwa pendiri dakwah Salafiyah adalah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab –seakan-akan dakwah ini belum pernah dikenal sebelumnya- sebagaimana dikatakan oleh penulis kitab Mausu’ah Muyassaroh fil Adyan wal Madzahib Muashirah (hal, 273)!. Ada lagi yang meluncurkan syubhat bahwasanya Salafiyah tidak lain hanyalah suatu kurun waktu dan bukan suatu madzhab seperti Al-Buthi dalam kitabnya Salafiyah Laisat Madzhaban!
Kamis, 19 April 2007 23:33:45 WIB
Ketika kehadiran kembali manhaj Salaf ini tidak lagi dapat ditolak di tengah ramainya penyimpangan umat, maka banyak kaum pergerakan berami-ramai mencoba menerima manhaj Salaf, bahkan banyak yang mengklaim dirinya bermanhaj Salaf. Akan tetapi manhaj Salaf yang mereka fahami dan mereka terima, umumnya hanya dalam bidang asma' wa sifat, tidak menyeluruh, karena mungkin mereka menganggap manhaj Salaf ada yang kurang, atau disalah fahami. Banyak kekeliruan dalam memahami konsekuensi uluhiyah, hingga mengakibatkan takfir (menghukumi kafir kepada orang lain) yang tidak pada tempatnya. Dari sini timbul keyakinan dan tindakan-tindakan bid'ah tanpa disadari, seperti perusakan, pembunuhan dan peledakan dengan keyakinan, bahwa semua itu merupakan jihad dan ibadah yang mulia, padahal tidak ada contoh syari'at semacam itu.
First Prev 1 2 3 4 5 6 7 Next Last
