Kategori Perpecahan Umat !

Menjauhi Jama'ah-Jama'ah Islam Yang Menyelisihi Rasul Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam

Rabu, 28 Juni 2006 13:31:32 WIB

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Umat Yahudi telah berpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, umat Nashara telah berpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan umat ini akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya akan masuk neraka kecuali satu. Kami bertanya, ‘Siapakah dia wahai Rasulullah ? ‘Beliau menjawab, “Yang aku dan sahabatku ada padanya …” Jadi jalan yang jelas…., jama’ah yang memiliki tanda-tanda ini, kami bersamanya, yaitu, “Yang mengikuti sunnahku dan sunnah sahabatku”. Maka itu jama’ah Islam yang sebenarnya. Adapun yang menyelisihi manhaj ini dan berjalan di atas manhaj yang lain bukanlah bagian dari kami dan kami berlepas diri dari mereka. Demikian juga kami tidak menisbatkan kepada mereka, dan mereka tidaklah behubungan dengan kami.

Mungkinkah Persatuan Akan Terwujud Bersamaan Dengan Berkelompok-Kelompok Dan Bergolong-Golongan?

Rabu, 17 Mei 2006 11:00:34 WIB

Persatuan tidak mungkin (akan terjadi) bersamaan dengan berkelompok dan bergolong-golongnya (umat). Karena sesungguhnya golongan-golongan itu saling berlawanan antara satu dengan yang lainnya, sedangkan mengumpulkan dua hal yang berlawanan adalah hal yang mustahil. Allah Ta'ala berfirman: "Berpeganglah kamu semuanya dengan tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai berai.". Kemudian Allah Ta'ala melarang perpecahan dan memerintahkan untuk bersatu dalam satu golongan, yaitu 'Hizbullah' (golongan Allah). "Ketahuilah sesungguhnya golongan Allah itu adalah yang beruntung."

Hal-Hal Yang Menyebabkan Serta Menambah Perpecahan Dan Hal-Hal Yang Menyebabkan Perdamaian

Senin, 23 Januari 2006 06:59:29 WIB

Hal-hal yang menambah perpecahan diantaranya : Taashub (fanatik) yang tercela, yaitu fanatik sebagian orang terhadap golongan tertentu karena mengikuti hawa nafsu. Kemudian, menukil perkataan dan menyebarluaskannya, yaitu menukil perkataan diantara manusia khususnya dalam perselisihan merupakan hal yang menambah perpecahan, kalian tentunya tahu bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam membenci qilla wa qoola, banyak bertanya dan membuang-buang harta qilla wa qoola adalah banyak menukil perkataan antar manusia : Kata Fulan begini, kata Fulan begitu, Fulan dikatakan begini, Fulan dikatakan begitu.. sehingga diapun menyibukkan waktu-waktunya dengan perkataan ini. Maka inilah diantara sebab yang paling besar yang menyebabkan kerasnya hati, menimlbulkan hasad, dengki, permusuhan antara ikhwah dan menambah perpecahan.

Bagaimana Mensikapi Perpecahan Dikalangan Yang Mengaku Salaf

Sabtu, 17 Desember 2005 07:26:41 WIB

Aku menggangap paling paham dengan salafi dan penyebaran dakwah salafiyyah, namun aku tidak melihat adanya perpecahan dikalangan mereka, sebaliknya malah aku melihat mereka saling mencintai, mengasihi, saling bertukar fikiran, bantu-membantu. Sebenarnya terdapat sekelompok orang yang tidak ada memiliki rasa takut kepada Allah yang berupaya untuk memecah-belah para ulama salaf dengan menyebarkan berita-berita bohong dan mengarang kejadian-kejadian fiktif yang sebenarnya tidak ada, membesar-besarkan kesalahan ; sibuk dengan qila wa qola dan mengadu domba. Wajib bagi para da'i dan ulama salaf waspada terhadap kelompok-kelompok pembuat makar dan keji ini, yang mengingatkan aku tentang pemikiran yang dibawa Al-Haddadi sejak sepuluh tahun yang lalu.

Mengapa Perpecahan Dan Perbedaan Terjadi Di Kalangan Para Pemuda

Senin, 26 September 2005 09:30:36 WIB

Memang benar apa yang disebutkan dalam pertanyaan ini, para pemuda tidak berpulang kepada ulama yang dipercaya ilmu dan agamanya ; merupakan satu sebab mereka jauh dari manhaj As-Salaf. Dan saya katakan : “Yang dipercaya ilmu dan agamanya”, sebab tidak setiap alim dapat dipercaya ilmu dan agamanya, Namun alim yang dipercaya ilmu agamanya-lah yang seharusnya dikelilingi oleh para pemuda. Saya tidak mengatakan bahwa mereka harus menerima setiap apa yang dikatakannya, karena ia bisa saja salah dan benar, akan tetapi jika seseorang memiliki seorang alim yang menjadi qudwah yang dapat diteladani dan ia mengetahui pemikiran dan ijtihad, serta menyimpulkan hukum dari dalil-dallnya, maka ini tentu yang paling baik dan tepat bagi para pemuda. Adapun tentang sedikitnya ulama, memang benar bahwa para ulama –tidak diragukan lagi- sangatlah sedikit.

Cara Penanggulangan Perpecahan Umat

Rabu, 20 Juli 2005 13:16:39 WIB

Sudah barang tentu, mewaspadai perpecahan dan mencegahnya sebelum terjadi lebih baik daripada menyelesaikannya setelah terjadi. Seyogyanya kita mengetahui bahwa mewaspadai perpecahan adalah dengan mewaspadai sebab-sebab yang telah kami sebutkan terdahulu. Namun di sini terdapat beberapa faktor lain yang dapat menangkal terjadinya perpecahan, baik faktor yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus. Di antara faktor-faktor umum ialah berpegang teguh dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah. Hal ini merupakan kaidah agung yang melahirkan wasiat-wasiat serta banyak perkara lainnya. Dan perkara yang terakhir dari kaidah besar itulah yang merupakan faktor khusus, yaitu : Mengenal petunjuk Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan berpegang teguh dengannya. Serta menerapkan pedoman Salafus Shalih , para sahabat, tabi'in dan imam-imam Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

First  Prev  1  2  3  4  Next  Last

Bismillaahirrahmaanirrahiim Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga dicurahkan kepada Rasul termulia, juga kepada seluruh keluarga dan shahabatnya. Amma ba'du. Website almanhaj.or.id adalah sebuah media dakwah sangat ringkas dan sederhana, yang diupayakan untuk ikut serta dalam tasfiyah (membersihkan) umat dari syirik, bid'ah, serta gerakan pemikiran yang merusak ajaran Islam dan tarbiyah (mendidik) kaum muslimin berdasarkan ajaran Islam yang murni dan mengajak mereka kepada pola pikir ilmiah berdasarkan al-Qur'an dan as-Sunnah dengan pemahaman Salafush Shalih. Kebenaran dan kebaikan yang anda dapatkan dari website ini datangnya dari Allah Ta'ala, adapun yang berupa kesalahan datangnya dari syaithan, dan kami berlepas diri dari kesalahan tersebut ketika kami masih hidup ataupun ketika sudah mati. Semua tulisan atau kitab selain Al-Qur'an dan As-Sunnah yang shahihah dan maqbul, mempunyai celah untuk dikritik, disalahkan dan dibenarkan. Barangsiapa yang melihat adanya kesalahan hendaknya meluruskannya. Hati kami lapang dan telinga kami mendengar serta bersedia menerima. Semoga Allah menjadikan upaya ini sebagai amalan shalih yang bermanfaat pada hari yang tidak lagi bermanfaat harta dan anak-anak, melainkan orang yang menemui Rabb-nya dengan amalan shalih. Jazaakumullahu khairan almanhaj.or.id Abu Harits Abdillah - Redaktur Abu Khaulah al-Palimbani - Web Admin